Selamat datang di blog oren. maaf mengganggu. Post saya kali ini masih dengan tema yang sama.. Yankee. hehehe.. saya bingung mau basa-basi apa lagi. segini sudah cukup yaa.. makasih. Maji ini masih dengan versi khayalan saya.. kalau tidak senang. jangan teruskan bacanya. dan maafkan saya jika nge-spam. Maafkan saya jika ada yang tidak suka.. Terimakasih. salam.. :)
KAU BELUM MENGERTI
Pada ruangan gelap , Center dan Nezumi bercakap, Center
masih dengan luka yang ia dapatkan setelah meraih kemenangan dari melawan
gerombolan orang yang menantangnya.
Center : semua telah ku
kalahkan, tapi aku belum mengerti…. Surat ituu. (merogoh kantong di roknya dan mengambil surat dari Maeda,
Mengarahkannya keatas)
Nezumi :
kau harus bersabar, tugas kita belum selesai.
Center : apakah kau
akan terus bersamaku?
Nezumi :
kau belum mengalahkan seseorang, Sennta…
Center : Dare ka ?
Nezumi :
(tersenyum manis) …sensor…
Sementara, drap sepatu yang terdengar menandakan orang yang
berjalan adalah yang tegas pada pendiriannya. Gadis muda yang datang dari
Fukuoka, memasuki ruang kelas 2-C.
Mako : Hai anak
baru! Pindahan dari mana kau! (masih dengan tungkunya)
Merasa tidak dijawab dan kesal, Mako menghampiri gadis itu.
Mako : anak
pindahan? Heh..
Churi : tidak ingin
menjawab kau!!
Team Pronto mendekat pada gadis pindahan, satu persatu dari
mereka, mulai membuka pembicaraan.
Aya : apa tidak
punya suara !!
Mina-R : (mengangkat
kerah baju gadis itu, dan ingin memukulnya) siapa kau? Arrrgghh?
Merasa terganggu, gadis itu juga melayangkan pukulan pada
Mina-R. akhirnya mereka bergulat. Tanpa basa-basi. Pukulan demi pukulan dilayangkan
pada Mina-R dan sebaliknya membuat team Pronto yang lain ikut bertarung,
terjadi pertarungan team Pronto dengan Sakura. Churi yang merasa tidak aman,
berpikir untuk pergi ke apotek, tapi langkahnya terhenti saat Takamina Sensei
masuk ruang kelas. Melerai kedua belah pihak.
Taka-M : belum waktunya
!! duduklah pada tempat masing-masing
Semua siswa duduk pada tempat masing-masing sementara murid
pindahan itu masih berdiri bersampingan dengan Takamina sensei.
Taka-M : Mina-san, This
is our new transfer student. Miyawaki Sakura. Please introduce yourself.
Sakura : Miyawaki
Sakura, transfer student from Fukuoka
Minarun membuang wajahnya menandakan tidak peduli, tapi
Takamina mengetukkan mejanya, semua siswi yang tidak peduli langsung memerhatikan,
tidak ada yang berbeda pada sakura. Gadis itu duduk paling depan di samping
Paru.
Taka-M : open your book,
page one hundred thirty four
Churi : apakah kita
akan belajar berbahasa, sensei? bukankah kau mengajar matematika? Hahaha
Taka-M : Urusseyo…
(melotot)
Semua murid tunduk, jarang sekali murid di kelas ini dapat
diatur, terkecuali yang mengajar adalah Takamina sensei. Sakura tetap saja
diam, sementara Paru terus memerhatikannya.
Bel pulang berbunyi, Sakura berjalan pulang, seharian dia
tidak berkata-kata. Tak satupun mengajaknya mengobrol. Tapi Paru curiga dengan
sikap Sakura. Dia membuntutinya saat pulang. Di pertengahan jalan, Sakura
bertemu dengan Team Pronto. Entah apa yang mereka bicarakan Paru tidak
mengetahuinya.
Churi : urusan kita
belum selesai, Sakura
Mina-R : untuk apa kau
pindah ke sekolah Maji?
Sakura : bukan
urusanmu.
Aya : jika masih
ada pekerjaan yang belum selesai, tuntaskan segera. (berbisik pada Mina-R)
Mina-R : Hyaaaa arrrggha!!!
Sakura melepaskan dasinya. Sakura dan team pronto bertarung,
tak satupun dari mereka tidak babak belur. Sakura memenangkan pertarungan.
Sakura : kalian bukan
tandingan ku.
Mina-R : Jangan senang
dulu, Sakura. Permainan belum di mulai
Sakura : aku tidak
peduli.
Sakura mengambil dasinya dan pergi. Sementara Paru hanya
melihat kejadian itu dari kejauhan, setelah perkelahian selesai, Churi dan Mio
datang memberi bantuan untuk sahabat mereka, mengobati lukanya satu per satu.
Dengan kasih sayang dan tawa, kehangatan terpancar (backsound : Ano Hi no
Fuurin). Paru tersenyum. Dan meninggalkan mereka, Mio melihat Paru.
Mio : Paru ?
Churi : tidak ada
siapun disana. Ayo bantu mereka.
Keesokan harinya, di ruangan Rappappa, Big Four lagi-lagi
hanya bermalasan, semua seperti biasanya.
Ri-chan : aku tidak
suka dengan sikap Sennta dan Nezumi
Annin : ku dengar,
ada murid baru lagi.
Milky : dia adalah
saingan Paru
Naanya : emm, aku tidak
tertarik untuk melawan mereka
Annin : belum
saatnya sakura bermekaran.
Sementara di ruang kelas 2-C, Paru dan Sakura duduk
bersebelahan tapi mereka tidak berbicara, Paru asyik dengan rajutannya
sementara Sakura mematung.
Mina-R : Paru dan
Sakura tidak pernah berbicara. aa’ Paru meninggalkan kelas. Mau kemana dia.
Churi : kita tidak
peduli, bukan.?
Mako : ku kira dia
orang yang baik.
Aya : siaapaa
mereka berdua?.
Mako : mereka menuju
kemari.!!
Team Pronto hanya terpaku pada dua gadis mungil itu..
Churi : ee' mau makan
pasta kami? (tampang tablo)
Miku : tidak, kami
hanya ingin berkelahi dengan kalian.
Team pronto memindahkan alat memasaknya, bersiap-siap untuk
bertarung dengan “KoKu bersaudara”.
Nako : luka barumu,
akan bertambah sakit dengan kami.
Churi : kami tidak
peduli.
Tapi sakura bangun dari duduknya, melerai perkelahian yang
hampir dimulai.
Nako : ee’ siapa
kau? Murid baru lagi? Ahahaha
Miku : cantik,
seperti Mayu senpai.
Nako : aku lebih
tertarik dengan yang ini.
Churi : aku tidak
pernah mendengar nama itu di sekolah ini (gumam Churi)
Miku : aku tidak
peduli.
Nako : ayo kita
mulai, senpai. Hihi..
Sakura melepaskan dasinya, tidak banyak bicara, mereka
saling hajar menghajar, semua siswi kelas 2-C melihat kejadian, terkecuali
Paru, sementara itu, Meru terus memantau perkelahian.
Sakura memenangkan pertarungan.
Sakura : kalian bukan
tandinganku. (meninggalkan kelas)
Suasana kelas mendadak hening, kedua gadis itu tergeletak.
Napas mereka tersengal-sengal
Aya : dia
memenangkan dua kali pertandingan dalam satu cerita (melotot)
Di sekolah rival, Sayanee sedang mebuat strategi untuk
dirinya melawan Pimpinan Rappappa.
Akarin : ku dengar
murid pindahan datang lagi.
Haruppi :
tapi yang ini, bukan karena rekomendasi. Dia datang sendiri.
Nana : dia telah
mengalahkan team kacangan itu.
Ryoha : pembuktian
pertamanya adalah team pasta
Sayane : kalian
meganggu saja.. otabe apa yang akan kita lakukan.
Otabe : apakah murid
kelas 3 hanya kita berdua ?
Sayane : tidak.
Otabe : kau harus
mengakui mereka juga, Sayaka-chan. (pandangannya tidak menatap Sayanee)
Sayanee membuka jendela ruangan suci Buyōka, tanda akarin
dan teman-temannya harus meninggalkan ruangan itu.
Sayane : ku kira aku
belum sempat memberitahu mu.
Otabe tertarik dengan kalimat Sayanee. Wajahnya menoleh
kepada Sayanee.
Otabe : apa maksudmu?
Angin berhembus pelan
di malam salju, saat semua orang seharusnya berada didalam rumah, hanya Sayanee
yang masih berada di sekolahnya. Sayanee menunggu seseorang datang padanya
untuk mengambil alih tahta pimpan sekolah rival Buyōka. Ibunya menelpon agar
dirinya segera pulang untuk merayakan natal bersama.
Ibu : kau tidak pulang lagi? apa tidak merindukan
aku?
Sayanee : aku akan segera pulang bu. Tapi aku harus
menunggu seseorang
Ibu : kau masih menunggu seseorang untuk
menggantikanmu?
Sayanee : (tersenyum) selamat natal
Seseorang melemparkan
batu ke jendela ruangan suci sekolah rival, Sayanee langsung melihatnya. Ada
seseorang dibawah yang terluka. Sayanee langsung melihat orang itu..
Akarin : Senpai, tolong aku..
Sayanee : apa yang terjadi?
Akarin : Sekolah Maji..
Sayanee : kau kelas 2 ?
Akarin : (mengangkat telunjuk) ….
Sayanee mulai
frustasi, dimalam natal yang dingin disaat semuanya berada dirumah, dia
menunggu seseorang tanpa kejelasan, melihat adik kelasnya babak belur, Ia
berjanji untuk tidak lulus sebelum melawan murid Maji
Otabe : Akarin ? ku
dengar dia pandai menari
Sayane : kau belum
mengerti Otabe.
Otabe : pembeli yang
hebat tau cara memilih barang yang bagus, tapi pembil yang baik tau cara
menawar dan mendapatkan barang yang bagus.
Sayane : (tersenyum
simpul) Maksud mu Rion dan Suu-chan?
Otabe : ….
(meninggalkan ruangan) kau pimpinan mereka, bukan?
Sementara, Murid maji sedang membahas tentang Sakura
Churi : akhirnya
kita tidak jadi terluka lagi.
Mako : kau bahkan
tidak pernah ikut bertarung.
Aya : saat
berakhirnya pertarungan…
Mina-R : sakura
mengulang kalimat terakhirnya.
Churi : diaa..
seperti.. ingin posisi puncak.
Mio : tidak.
Aya : kita belum
mendapat kepastiannya.
Sementara di koridor sekolah, Paru berpapasan dengan
Takamina sensei.
Taka-M : Paru-chan,
sedang apa kau? Ayo masuk ke ruangan ku.
Paru hanya mengikuti perintah Takamina sensei
Taka-M : (mengeluarkan
apel dari kulkas), sebenarnya banyak yang belum kau mengerti Paru.
Paru : maksud mu?
Taka-M : (memberikan
apel) ini.. bawalah. Kembali ke kelasmu..
Saat keluar dari ruangan Taka-M, Paru berpapasan dengan
Sakura. Sakura melihat apel yang dipegang oleh Paru, mengkilat.
***TBC***
KYAAAAAAAAAAAAA SUGEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!! *pingsan*
BalasHapus