Rabu, 11 Maret 2015

FF03 KAU BELUM MENGERTI

Terimakasih kepada Tuhan YME.

Selamat datang di blog oren. maaf mengganggu. Post saya kali ini masih dengan tema yang sama.. Yankee. hehehe.. saya bingung mau basa-basi apa lagi. segini sudah cukup yaa.. makasih. Maji ini masih dengan versi khayalan saya.. kalau tidak senang. jangan teruskan bacanya. dan maafkan saya jika nge-spam. Maafkan saya jika ada yang tidak suka.. Terimakasih. salam.. :)



KAU BELUM MENGERTI

Pada ruangan gelap , Center dan Nezumi bercakap, Center masih dengan luka yang ia dapatkan setelah meraih kemenangan dari melawan gerombolan orang yang menantangnya.

Center    : semua telah ku kalahkan, tapi aku belum mengerti…. Surat ituu. (merogoh kantong  di roknya dan mengambil surat dari Maeda, Mengarahkannya keatas)
Nezumi  : kau harus bersabar, tugas kita belum selesai.
Center    : apakah kau akan terus bersamaku?
Nezumi  : kau belum mengalahkan seseorang, Sennta…
Center     : Dare ka ?
Nezumi   : (tersenyum manis) …sensor…

Sementara, drap sepatu yang terdengar menandakan orang yang berjalan adalah yang tegas pada pendiriannya. Gadis muda yang datang dari Fukuoka, memasuki ruang kelas 2-C.

Mako    : Hai anak baru! Pindahan dari mana kau! (masih dengan tungkunya)

Merasa tidak dijawab dan kesal, Mako menghampiri gadis itu.

Mako    : anak pindahan? Heh..
Churi     : tidak ingin menjawab kau!!

Team Pronto mendekat pada gadis pindahan, satu persatu dari mereka, mulai membuka pembicaraan.

Aya        : apa tidak punya suara !!
Mina-R : (mengangkat kerah baju gadis itu, dan ingin memukulnya) siapa kau? Arrrgghh?

Merasa terganggu, gadis itu juga melayangkan pukulan pada Mina-R. akhirnya mereka bergulat. Tanpa basa-basi. Pukulan demi pukulan dilayangkan pada Mina-R dan sebaliknya membuat team Pronto yang lain ikut bertarung, terjadi pertarungan team Pronto dengan Sakura. Churi yang merasa tidak aman, berpikir untuk pergi ke apotek, tapi langkahnya terhenti saat Takamina Sensei masuk ruang kelas. Melerai kedua belah pihak.
Taka-M : belum waktunya !! duduklah pada tempat masing-masing

Semua siswa duduk pada tempat masing-masing sementara murid pindahan itu masih berdiri bersampingan dengan Takamina sensei.

Taka-M : Mina-san, This is our new transfer student. Miyawaki Sakura. Please introduce yourself.
Sakura  : Miyawaki Sakura, transfer student from Fukuoka

Minarun membuang wajahnya menandakan tidak peduli, tapi Takamina mengetukkan mejanya, semua siswi yang tidak peduli langsung memerhatikan, tidak ada yang berbeda pada sakura. Gadis itu duduk paling depan di samping Paru.

Taka-M : open your book, page one hundred thirty four
 Churi    : apakah kita akan belajar berbahasa, sensei? bukankah kau mengajar matematika? Hahaha
Taka-M : Urusseyo… (melotot)

Semua murid tunduk, jarang sekali murid di kelas ini dapat diatur, terkecuali yang mengajar adalah Takamina sensei. Sakura tetap saja diam, sementara Paru terus memerhatikannya.
Bel pulang berbunyi, Sakura berjalan pulang, seharian dia tidak berkata-kata. Tak satupun mengajaknya mengobrol. Tapi Paru curiga dengan sikap Sakura. Dia membuntutinya saat pulang. Di pertengahan jalan, Sakura bertemu dengan Team Pronto. Entah apa yang mereka bicarakan Paru tidak mengetahuinya.

Churi     : urusan kita belum selesai, Sakura
Mina-R  : untuk apa kau pindah ke sekolah Maji?
Sakura    : bukan urusanmu.
Aya         : jika masih ada pekerjaan yang belum selesai, tuntaskan segera. (berbisik pada Mina-R)
Mina-R  : Hyaaaa arrrggha!!!

Sakura melepaskan dasinya. Sakura dan team pronto bertarung, tak satupun dari mereka tidak babak belur. Sakura memenangkan pertarungan.

Sakura  : kalian bukan tandingan ku.
Mina-R : Jangan senang dulu, Sakura. Permainan belum di mulai
Sakura  : aku tidak peduli.

Sakura mengambil dasinya dan pergi. Sementara Paru hanya melihat kejadian itu dari kejauhan, setelah perkelahian selesai, Churi dan Mio datang memberi bantuan untuk sahabat mereka, mengobati lukanya satu per satu. Dengan kasih sayang dan tawa, kehangatan terpancar (backsound : Ano Hi no Fuurin). Paru tersenyum. Dan meninggalkan mereka, Mio melihat Paru.

Mio       : Paru ?
Churi     : tidak ada siapun disana. Ayo bantu mereka.

Keesokan harinya, di ruangan Rappappa, Big Four lagi-lagi hanya bermalasan, semua seperti biasanya.
Ri-chan : aku tidak suka dengan sikap Sennta dan Nezumi
Annin    : ku dengar, ada murid baru lagi.
Milky    : dia adalah saingan Paru
Naanya  : emm, aku tidak tertarik untuk melawan mereka
Annin    : belum saatnya sakura bermekaran.

Sementara di ruang kelas 2-C, Paru dan Sakura duduk bersebelahan tapi mereka tidak berbicara, Paru asyik dengan rajutannya sementara Sakura mematung.

Mina-R : Paru dan Sakura tidak pernah berbicara. aa’ Paru meninggalkan kelas. Mau kemana dia.
Churi    : kita tidak peduli, bukan.?
Mako    : ku kira dia orang yang baik.
Aya       : siaapaa mereka berdua?.
Mako    : mereka menuju kemari.!!

Team Pronto hanya terpaku pada dua gadis mungil itu..

Churi     : ee' mau makan pasta kami? (tampang tablo)
Miku      : tidak, kami hanya ingin berkelahi dengan kalian.

Team pronto memindahkan alat memasaknya, bersiap-siap untuk bertarung dengan “KoKu bersaudara”.

Nako     : luka barumu, akan bertambah sakit dengan kami.
Churi     : kami tidak peduli.

Tapi sakura bangun dari duduknya, melerai perkelahian yang hampir dimulai.

Nako     : ee’ siapa kau? Murid baru lagi? Ahahaha
Miku     : cantik, seperti Mayu senpai.
Nako     : aku lebih tertarik dengan yang ini.
Churi     : aku tidak pernah mendengar nama itu di sekolah ini (gumam Churi)
Miku     : aku tidak peduli.
Nako      : ayo kita mulai, senpai. Hihi..

Sakura melepaskan dasinya, tidak banyak bicara, mereka saling hajar menghajar, semua siswi kelas 2-C melihat kejadian, terkecuali Paru, sementara itu, Meru terus memantau perkelahian.
Sakura memenangkan pertarungan.

Sakura  : kalian bukan tandinganku. (meninggalkan kelas)

Suasana kelas mendadak hening, kedua gadis itu tergeletak. Napas mereka tersengal-sengal

Aya        : dia memenangkan dua kali pertandingan dalam satu cerita (melotot)

Di sekolah rival, Sayanee sedang mebuat strategi untuk dirinya melawan Pimpinan Rappappa.

Akarin   : ku dengar murid pindahan datang lagi.
Haruppi  : tapi yang ini, bukan karena rekomendasi. Dia datang sendiri.
Nana      : dia telah mengalahkan team kacangan itu.
Ryoha    : pembuktian pertamanya adalah team pasta
Sayane  : kalian meganggu saja.. otabe apa yang akan kita lakukan.
Otabe    : apakah murid kelas 3 hanya kita berdua ?
Sayane  : tidak.
Otabe    : kau harus mengakui mereka juga, Sayaka-chan. (pandangannya tidak menatap Sayanee)

Sayanee membuka jendela ruangan suci Buyōka, tanda akarin dan teman-temannya harus meninggalkan ruangan itu.

Sayane    : ku kira aku belum sempat memberitahu mu.

Otabe tertarik dengan kalimat Sayanee. Wajahnya menoleh kepada Sayanee.

Otabe   : apa maksudmu?

Angin berhembus pelan di malam salju, saat semua orang seharusnya berada didalam rumah, hanya Sayanee yang masih berada di sekolahnya. Sayanee menunggu seseorang datang padanya untuk mengambil alih tahta pimpan sekolah rival Buyōka. Ibunya menelpon agar dirinya segera pulang untuk merayakan natal bersama.

Ibu         : kau tidak pulang lagi? apa tidak merindukan aku?
Sayanee : aku akan segera pulang bu. Tapi aku harus menunggu seseorang
Ibu         : kau masih menunggu seseorang untuk menggantikanmu?
Sayanee : (tersenyum) selamat natal

Seseorang melemparkan batu ke jendela ruangan suci sekolah rival, Sayanee langsung melihatnya. Ada seseorang dibawah yang terluka. Sayanee langsung melihat orang itu..

Akarin   : Senpai, tolong aku..
Sayanee : apa yang terjadi?
Akarin   : Sekolah Maji..
Sayanee : kau kelas 2 ?
Akarin   : (mengangkat telunjuk) ….

Sayanee mulai frustasi, dimalam natal yang dingin disaat semuanya berada dirumah, dia menunggu seseorang tanpa kejelasan, melihat adik kelasnya babak belur, Ia berjanji untuk tidak lulus sebelum melawan murid Maji

Otabe   : Akarin ? ku dengar dia pandai menari
Sayane : kau belum mengerti Otabe.
Otabe   : pembeli yang hebat tau cara memilih barang yang bagus, tapi pembil yang baik tau cara menawar dan mendapatkan barang yang bagus.
Sayane : (tersenyum simpul) Maksud mu Rion dan Suu-chan?
Otabe   : …. (meninggalkan ruangan) kau pimpinan mereka, bukan?

Sementara, Murid maji sedang membahas tentang Sakura

Churi     : akhirnya kita tidak jadi terluka lagi.
Mako    : kau bahkan tidak pernah ikut bertarung.
Aya        : saat berakhirnya pertarungan…
Mina-R : sakura mengulang kalimat terakhirnya.
Churi     : diaa.. seperti.. ingin posisi puncak.
Mio        : tidak.
Aya        : kita belum mendapat kepastiannya.

Sementara di koridor sekolah, Paru berpapasan dengan Takamina sensei.
Taka-M : Paru-chan, sedang apa kau? Ayo masuk ke ruangan ku.

Paru hanya mengikuti perintah Takamina sensei

Taka-M : (mengeluarkan apel dari kulkas), sebenarnya banyak yang belum kau mengerti Paru.
Paru       : maksud mu?
Taka-M : (memberikan apel) ini.. bawalah. Kembali ke kelasmu..

Saat keluar dari ruangan Taka-M, Paru berpapasan dengan Sakura. Sakura melihat apel yang dipegang oleh Paru, mengkilat.

***TBC***

FF 02 PERJANJIAN KITA

Terimakasih kepada Tuhan YME

Selamat datang di Blog yang oren ini, oshi saya akan bermain di Maji 4 ep selanjutnya. silahkan download di tempat lain karena saya hanya mempost FF tentang oshi saya wkwkwk.. maaf saya meneruskan kisah Maji selanjutnya. Maafkan sayaa. :) ini hanya imagine sayaa. maafkan saya jika saya melakukan kesalahan.



PERJANJIAN KITA

Ruang Rappappa terasa sepi setelah Center dan Nezumi meninggalkan sekolah. Annin dengan latihan telepatinya, dia yang menggunakan sweater jaring-jaring dan paling tenang. Sementara Naanya asyik sibuk dengan hiasan diwajahnya jaketnya pas dibadannya warnanya pink muda cerah, dan Ri-chan yang sedang bermalas-malasan warna jaketnya adalah hijau dengan garis putih.

Ri-chan : huuumm. Kemana milky. Aku belum melihatnya.
Naanya : dia jarang terdeteksi akhir-akhir ini.
Ri-chan : bakal terjadi apa ya setelah ini.
Naanya : hhahh.. kita bahkan berada diposisi puncak.
Annin    : jangan menyalakan api, jika tidak ingin terbakar. Kita hanya mengawasi dari sini.
Naanya : berapa lama lagi sampai waktunya tiba...
              
Sementara di kelas 2-C Team Pronto sedang bersama tungkunya. Memasak makanan mereka.
Churi     : koridor terasa sepi sejak Sennta-san dan Nezumi-san meninggalkan sekolah…
Mako    : Tidak ada Rappapa yang melewati koridor di pagi hari seperti ini.
Aya        : sekarang Big Four tidak akan keluar.
Mina-R : hei mengapa mencampurkan pasta lain. Rasanya akan menyeramkan
Churi     : ahh.. aku tidak suka yang ini. Jangan mencampur pasta dengan pasta.
Mio        : maaf (tersenyum manis)

Paru masuk ruang kelas. Hari kemarin telah usai. Paru melakukan hal yang berbeda, ia membaca buku.

Mina-R : apa yang kau baca, Paru?

Paru menoleh kearah team pronto. Melihat luka yang ia perbuat, semuanya. Tapi seingatnya perkelahian mereka hanya berempat. Satu lagi Churi, dia tidak ada ditempat. Paru keluar dari kelasnya membawa bukunya. Ia duduk di anak tangga dekat ruang guru. Pintu terbuka

Paru       : sumimasen, sensei (merundukkan kepalanya)
Taka-M : Emm jadi kau Paru?
Paru       : iya.
 Taka-M : Sennta-chan datang kepadaku, dan menceritakan tentangmu.

Takamina langsung meninggalkan Paru sendiri. Tibalah Meru gadis kecil datang menghampirinya.

Meru     : haaahh. Apa yang kau lakukan, senpai ?

Paru melihat gadis itu tersenyum padanya, senyuman imut miliknya

Paru       : siapa kau?
Meru     : aku.. juniormu. Kemarin kau mengalahkan team pronto. Bukan? Churi, dia di kalahkan oleh sekolah rival. Dia di keroyok. Mereka menunggumu di tepi sungai dekat sekolahnya.

Paru tak henti menatap gadis itu, ia tidak mengerti dengan kondisi yang terjadi. Tapi,langkahnya menuju ke sekolah rival.

Sementara Milky sudah berada di tepi sungai dekat sekolah rival Buyōka, tidak ada murid Buyōka disana, ia hanya sendiri menunggu muridnya keluar. Tak disangka Otabe datang menemuinya.

Otabe   : Big Four Rappappa yang baru, apa kabar ?
Milky   : untuk apa kau datang kemari, pengkhianat?
Otabe   : jangan menuduh seperti itu.
Milky   : katakan siapa yang berani dengan sekolah Maji
Otabe   : aku dengar Sennta dan Nezumi meninggalkan sekolah atas perintah Maeda dan murid baru rekomendasinya datang.

Milky melayangkan pukulannya pada Otabe, namun otabe dapat menepis pukulan tangan Milky dengan kakinya. (lihat drama maji 2 ep 1, adegan Jurina dan Yui “kalau susah ngebayangin”)

Otabe   : BUKAN SEPERTI ITU. Kau harus serius.
Milky   : kau bukan murid Maji lagi.

Otabe meninggalkan Milky dengan wajah datarnya, namun matanya menyimpan sejuta rahasia. Setelah Otabe tak terlihat dari mata memandang, Muncullah murid sekolah rival yang melewati tepi sungai mereka adalah orang yang sama saat memukuli Churi. Suasana langsung tegang

Nana     : ei.. murid Maji lagi.
Ryoha   : aku menyukai murid Maji
Milky    : Buyōka sekolah rival.
Akarin   : dia berbicara. Hahahaha
Milky    : siapa kalian ? berani melawan salah satu murid Maji.
Ami       : apakah kamu pelindung sekolah Maji ? Murid Rekomendasi? AHAHAHA (nadanya menyindir)
Milky    : bukan. Bukan aku.
Haruppi : siapa kau ? Hahaha

Milky terdiam memandang mereka, mereka memulai keributan, namun mereka terkalahkan oleh Milky. Pergulatan berakhir dengan cepat, Paru pun datang terlambat, dia melihat anggota sekolah rival telah babak belur di habisi oleh Milky. Milky berjalan meninggalkan korbannya berjalan menuju Paru

Milky     : kau tahu, ini sangat menyenangkan.

Paru memandang Milky yang telah berlalu dari kejauhan. Tidak berkata apapun, tapi Paru melihat murid Maji kelas satu itu. Meru tetap di tempat selama Paru memandangnya. Paru berkedip dan bocah itu menghilang.

Di sekolah rival, Kelima murid itu mengadukan dirinya pada pimpinan tertinggi yaitu Sayanee dan Otabe. Muka mereka telah babak belur.

Akarin   : Senpai. Apa yang akan kau lakukan?
Aya        : kau telah banyak menghajar yankee sekolah lain.
Otabe     : untuk melawan sekolah Maji, tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Sayanee : semakin tinggi gunungnya semakin sulit untuk di daki. Kita harus punya banyak persiapan untuk mendakinya.
Haruppi : kau kan pimpinan murid yankee di sekolah ini.
Sayanee : kita harus punya banyak pasukan. Apa yang kau ketahui dari murid Maji, Otabe ?

Otabe meninggalkan ruangan suci sekolah Buyōka, menaiki anak tangga dan melihat pemandangan dari puncak sekolah Rival Maji. Ia mengingat kejadian itu.

Saat hari kelulusan sekolah maji tiba, Otabe berjalan sendiri menuju sekolah. Ia gembira akan menjadi salah satu alumni dari sekolah Maji. Namun pasukan dari sekolah rival menghadangnya orang yang sama dengan keadaan sekarang di sekolah rival, kala itu hanya ada empat murid kelas satu, semuanya mudah dikalahkan. Namun sayanee, murid kelas tiga yang tidak ingin lulus dari sekolah Buyōka memandangnya penuh sinis.
Otabe     :  Jangan halangi jalanku.
Sayanee : tahun ini aku akan lulus dari sekolahku, tapi aku belum sempat bertarung dengan murid sekolah Maji.
Otabe     : apa yang kau inginkan ?
Sayanee : Aku tidak ingin lulus sampai aku dapat mengalahkan pimpinan Rappappa. Aku ingin merasakannya.
Otabe     : jangan bercanda. Pimpinan Rappappa adalah orang yang terkuat di wilayah sekolah Yankee manapun.
Sayane: Hah. (menyombongkan diri)  jika aku menang, kau harus bergabung dengan kami. Melawan Rappappa.
Otabe     : maaf aku harus pergi.

Sayanee yang tidak terima dengan pernyataan Otabe, mulai memberikan tendangan keras kearah perut Otabe. Otabe jatuh tersungkur, Ia bangun setengan tertatih

Otabe     : Jangan ganggu sekolah Maji !!

Mereka akhirnya benar bertarung, kejadian ini sangat fatal. Otabe kalah dari Sayanee.

Sayanee  : kau harus menepati janjimu.

Mereka murid kelas satu tertawa riang. Sedangkan Sayanee memandangnya tajam.

Sayanee  : sekarang kau murid Buyōka. (mengulurkan tangan)

Sejak kejadian itu, Otabe tidak datang untuk menghadiri acara kelulusan, dia belum menerima sertifikat kelulusannya, jadi dia belum lulus dari sekolah Maji, dan meneruskan sekolahnya di sekolah Buyōka. Sayanee sangat baik padanya. Dia menghormati Otabe.

Paru duduk di bangku taman, melihat anak-anak kecil bermain disana. Dari kejauhan Center dan Nezumi sedang memandanginya.

Nezumi  : dia belum pulang sekolah.
Center    : dia terlihat seperti pertama kali aku menemuinya.
Nezumi  : ikan kecil yang masuk kolam besar, mana bisa bertahan lama.
Center    : asalkan kau memberinya makan dia akan tumbuh besar..
Nezumi  : banyak ikan besar yang dapat memakannya
Center    : Ikan yang besar adalah ikan yang siap dipanen, setelah itu masuk ke pasaran, dan di konsumsi oleh oranglain.
Nezumi  : Dia datang ke sekolah karena mu, Sennta.
Center    : tidak, dia datang karena dia yang menginginkannya.

Center berjalan menuju Paru, namun Nezumi tidak mengikutinya. Dia memandang tingkah laku Center terhadap Paru.

Saat Paru memejamkan mata, Center telah berdiri tepat di hadapannya.

Paru       : Sennta-san ?
Center    : apa yang kau lakukan disini. Banyak yang harus kau selesaikan, Paru.

Sementara Nezumi memandang dari kejauhan tanpa mengetahui apa yang mereka bicarakan. Meru datang menghampirinya.

Meru      : Nezumi-san! Hihihi (tersenyum manis)
Nezumi  : Dare ka ?
Meru      : Meru desu, aku juga murid Maji, kelas satu. (menunjukkan KTP sekolah). Imut seperti biasanya, tapi kau sekarang lebih cantik dan dewasa.
Nezumi  : mau apa kau ?
Meru      : Milky telah mengalahkan sekolah rival, untuk melindungi kelas 2, bukankah itu tugas Paru
Nezumi  : lalu?
Meru      : okkoiteru ? nante ne.. hihihi. Apa kau melupakan dirimu yang dahulu ?

Nezumi berpikir sejenak, (dia mengingat masa dimana penghianatan yang dia berikan pada Center, dimana dia menginginkan menjadi yang teratas sendiri. SANGAT KELAM)

Center memanggil Nezumi dari kejauhan, langkahnya meninggalkan Paru. Center bahkan tersenyum padanya.
Center    : Ada apa, Nezumi ?
Nezumi  : ee’ tidak, Sennta. Gomenasai.
Center    : hee’ untuk apa?
Nezumi  : untuk hal yang dahulu.
Center    : Forget it, kau telah berubah Nezumi. Ayo kita pulang.
Nezumi  : Sennta.. Milky melawan sekolah rival untuk melindungi kelas 2..

Mereka berjalan bersama. Sementara di sekolah, Meru melaporkan pada pimpinan Rappappa bahwa Center dan Nezumi telah bertemu dengan Paru.

Naanya  : Sennta.. apa yang dia pikirkan?
Milky     : kita harus melakukan sesuatu.. (matanya menyipit/ hasrat ingin bertarung pada paru kembali datang)
Ri-chan : bukankah kau telah mengalahkan murid Buyōka? Apakah tidak cukup?
Milky     : diam kau!!
Annin    : Jangan mengambil tindakan sebelum Sennta datang.
DUBRAAAKK. Pintu terbuka mengeluarkan suara dahsyat. Center dan Nezumi kembali dari tugasnya.

Ri-chan : Sennta, apakah tugasmu telah selesai?
Center   : Rappappa adalah kalian semua.
Milky    : tentu saja kita semua Rapppappa, lalu, apa maksudmu?

Center mendekat pada Milky menarik kerah bajunya ke atas membuatnya tegang.
Center   : belum waktunya untuk melakukan agresi.

Center masuk lebih jauh lagi dari ruangan Rappappa, anak tangga yang berada di sudut ruangan itu adalah jalan untuk melihat segalanya dari atas. Kini tinggalah Nezumi dan Center
Nezumi  : kau tak perlu melakukan itu pada mereka
Center    : berapa lama lagi tugas kita selesai ?
Nezumi  : kau harus tau Sennta......
Center    : belum saatnya.

Saat berjalan pulang, Paru bertemu dengan dua gadis cilik yang menggunakan topi bundar, mereka tidak kembar tapi sangat mirip, mereka sangat lucu.

Nako     : Paru-san!!
Miku     : semua orang membicarakan mu.
Paru      : apa maksudmu?
Nako     : kau murid pindahan itu bukan?
Miku     : Sennta-san yang membuatmu pindah ke sekolah Maji
Nako     : apakah kau senang ?
Paru       : tidak, bukan dia. Karena pemandangan dari Puncak, akan lebih cantik.
Nako     : kami ingin melawanmu, senpai. ihihihi
Miku     : yang terkuat di angkatan kami adalah “KoKu Bersaudara”
Nako     : kami kelas saaatuuu senpaaiii.. ahahahaha

Mereka tertawa girang, namun Paru pergi meninggalkan mereka tanpa adanya serangan. Seketika mereka yang tidak puas dengan sikap Paru menghajar Paru dari belakang. Menyerang dengan teriakan anak kecil yang membuat Paru berbalik badan setelah mendapatkan pukulan dari mereka.

Paru       : kenapa kalian melakukannya. Kalian belum mengerti!!
Miko      : buktikan pada kami siapa yang terkuat hahahaha..
Nako      : kau murid rekomendasi Sennta-san, bukan?
Paru        : aku tidak di rekomendasi. Aku serius.

Terjadilah pergulatan antarkedua belah pihak, Paru melepaskan gelangnya menjadikan itu sebagai kuncir rambutnya. Pergulatan mereka diawali dengan kekalahan Nako, segera Miko amat kesal. Miku memukul Paru. Paru pun memberi pukulan kencangnya.

Tapi, Paru mengingat kejadian itu. Pesan Center, Perjanjian mereka. Nako dan Miku adalah adik kelasnya, lebih muda dari angkatannya, tidak dapat ia meneruskan pukulan seperti ini. Tapi ia datang bukan karena Center.

Nako     : tidaaakk.. Senpai. Ku mohon jangan !! (napasnya naik-turun tidak beraturan)

Paru melihat Nako meratap memohon, pukulanpun di hentikan. Paru melepaskan Miku, berdiri dan meninggalkan mereka. Nako dan Miko berbaring memandang langit.

Miku     : apkah pemandangan dari atas sangat indah.. (tersengal-sengal)
Nako     : aku tidak bisa melihat jika sinarnya sangat terang.. ternyata langit sangat indah
Miku     : tidak ada debu atau pasir seperti kita disaat seperti ini...
Nako     : kita bukan tandingannya (masih dengan napas yang tersengal-sengal)

***TBC***