Rabu, 11 Maret 2015

FF03 KAU BELUM MENGERTI

Terimakasih kepada Tuhan YME.

Selamat datang di blog oren. maaf mengganggu. Post saya kali ini masih dengan tema yang sama.. Yankee. hehehe.. saya bingung mau basa-basi apa lagi. segini sudah cukup yaa.. makasih. Maji ini masih dengan versi khayalan saya.. kalau tidak senang. jangan teruskan bacanya. dan maafkan saya jika nge-spam. Maafkan saya jika ada yang tidak suka.. Terimakasih. salam.. :)



KAU BELUM MENGERTI

Pada ruangan gelap , Center dan Nezumi bercakap, Center masih dengan luka yang ia dapatkan setelah meraih kemenangan dari melawan gerombolan orang yang menantangnya.

Center    : semua telah ku kalahkan, tapi aku belum mengerti…. Surat ituu. (merogoh kantong  di roknya dan mengambil surat dari Maeda, Mengarahkannya keatas)
Nezumi  : kau harus bersabar, tugas kita belum selesai.
Center    : apakah kau akan terus bersamaku?
Nezumi  : kau belum mengalahkan seseorang, Sennta…
Center     : Dare ka ?
Nezumi   : (tersenyum manis) …sensor…

Sementara, drap sepatu yang terdengar menandakan orang yang berjalan adalah yang tegas pada pendiriannya. Gadis muda yang datang dari Fukuoka, memasuki ruang kelas 2-C.

Mako    : Hai anak baru! Pindahan dari mana kau! (masih dengan tungkunya)

Merasa tidak dijawab dan kesal, Mako menghampiri gadis itu.

Mako    : anak pindahan? Heh..
Churi     : tidak ingin menjawab kau!!

Team Pronto mendekat pada gadis pindahan, satu persatu dari mereka, mulai membuka pembicaraan.

Aya        : apa tidak punya suara !!
Mina-R : (mengangkat kerah baju gadis itu, dan ingin memukulnya) siapa kau? Arrrgghh?

Merasa terganggu, gadis itu juga melayangkan pukulan pada Mina-R. akhirnya mereka bergulat. Tanpa basa-basi. Pukulan demi pukulan dilayangkan pada Mina-R dan sebaliknya membuat team Pronto yang lain ikut bertarung, terjadi pertarungan team Pronto dengan Sakura. Churi yang merasa tidak aman, berpikir untuk pergi ke apotek, tapi langkahnya terhenti saat Takamina Sensei masuk ruang kelas. Melerai kedua belah pihak.
Taka-M : belum waktunya !! duduklah pada tempat masing-masing

Semua siswa duduk pada tempat masing-masing sementara murid pindahan itu masih berdiri bersampingan dengan Takamina sensei.

Taka-M : Mina-san, This is our new transfer student. Miyawaki Sakura. Please introduce yourself.
Sakura  : Miyawaki Sakura, transfer student from Fukuoka

Minarun membuang wajahnya menandakan tidak peduli, tapi Takamina mengetukkan mejanya, semua siswi yang tidak peduli langsung memerhatikan, tidak ada yang berbeda pada sakura. Gadis itu duduk paling depan di samping Paru.

Taka-M : open your book, page one hundred thirty four
 Churi    : apakah kita akan belajar berbahasa, sensei? bukankah kau mengajar matematika? Hahaha
Taka-M : Urusseyo… (melotot)

Semua murid tunduk, jarang sekali murid di kelas ini dapat diatur, terkecuali yang mengajar adalah Takamina sensei. Sakura tetap saja diam, sementara Paru terus memerhatikannya.
Bel pulang berbunyi, Sakura berjalan pulang, seharian dia tidak berkata-kata. Tak satupun mengajaknya mengobrol. Tapi Paru curiga dengan sikap Sakura. Dia membuntutinya saat pulang. Di pertengahan jalan, Sakura bertemu dengan Team Pronto. Entah apa yang mereka bicarakan Paru tidak mengetahuinya.

Churi     : urusan kita belum selesai, Sakura
Mina-R  : untuk apa kau pindah ke sekolah Maji?
Sakura    : bukan urusanmu.
Aya         : jika masih ada pekerjaan yang belum selesai, tuntaskan segera. (berbisik pada Mina-R)
Mina-R  : Hyaaaa arrrggha!!!

Sakura melepaskan dasinya. Sakura dan team pronto bertarung, tak satupun dari mereka tidak babak belur. Sakura memenangkan pertarungan.

Sakura  : kalian bukan tandingan ku.
Mina-R : Jangan senang dulu, Sakura. Permainan belum di mulai
Sakura  : aku tidak peduli.

Sakura mengambil dasinya dan pergi. Sementara Paru hanya melihat kejadian itu dari kejauhan, setelah perkelahian selesai, Churi dan Mio datang memberi bantuan untuk sahabat mereka, mengobati lukanya satu per satu. Dengan kasih sayang dan tawa, kehangatan terpancar (backsound : Ano Hi no Fuurin). Paru tersenyum. Dan meninggalkan mereka, Mio melihat Paru.

Mio       : Paru ?
Churi     : tidak ada siapun disana. Ayo bantu mereka.

Keesokan harinya, di ruangan Rappappa, Big Four lagi-lagi hanya bermalasan, semua seperti biasanya.
Ri-chan : aku tidak suka dengan sikap Sennta dan Nezumi
Annin    : ku dengar, ada murid baru lagi.
Milky    : dia adalah saingan Paru
Naanya  : emm, aku tidak tertarik untuk melawan mereka
Annin    : belum saatnya sakura bermekaran.

Sementara di ruang kelas 2-C, Paru dan Sakura duduk bersebelahan tapi mereka tidak berbicara, Paru asyik dengan rajutannya sementara Sakura mematung.

Mina-R : Paru dan Sakura tidak pernah berbicara. aa’ Paru meninggalkan kelas. Mau kemana dia.
Churi    : kita tidak peduli, bukan.?
Mako    : ku kira dia orang yang baik.
Aya       : siaapaa mereka berdua?.
Mako    : mereka menuju kemari.!!

Team Pronto hanya terpaku pada dua gadis mungil itu..

Churi     : ee' mau makan pasta kami? (tampang tablo)
Miku      : tidak, kami hanya ingin berkelahi dengan kalian.

Team pronto memindahkan alat memasaknya, bersiap-siap untuk bertarung dengan “KoKu bersaudara”.

Nako     : luka barumu, akan bertambah sakit dengan kami.
Churi     : kami tidak peduli.

Tapi sakura bangun dari duduknya, melerai perkelahian yang hampir dimulai.

Nako     : ee’ siapa kau? Murid baru lagi? Ahahaha
Miku     : cantik, seperti Mayu senpai.
Nako     : aku lebih tertarik dengan yang ini.
Churi     : aku tidak pernah mendengar nama itu di sekolah ini (gumam Churi)
Miku     : aku tidak peduli.
Nako      : ayo kita mulai, senpai. Hihi..

Sakura melepaskan dasinya, tidak banyak bicara, mereka saling hajar menghajar, semua siswi kelas 2-C melihat kejadian, terkecuali Paru, sementara itu, Meru terus memantau perkelahian.
Sakura memenangkan pertarungan.

Sakura  : kalian bukan tandinganku. (meninggalkan kelas)

Suasana kelas mendadak hening, kedua gadis itu tergeletak. Napas mereka tersengal-sengal

Aya        : dia memenangkan dua kali pertandingan dalam satu cerita (melotot)

Di sekolah rival, Sayanee sedang mebuat strategi untuk dirinya melawan Pimpinan Rappappa.

Akarin   : ku dengar murid pindahan datang lagi.
Haruppi  : tapi yang ini, bukan karena rekomendasi. Dia datang sendiri.
Nana      : dia telah mengalahkan team kacangan itu.
Ryoha    : pembuktian pertamanya adalah team pasta
Sayane  : kalian meganggu saja.. otabe apa yang akan kita lakukan.
Otabe    : apakah murid kelas 3 hanya kita berdua ?
Sayane  : tidak.
Otabe    : kau harus mengakui mereka juga, Sayaka-chan. (pandangannya tidak menatap Sayanee)

Sayanee membuka jendela ruangan suci Buyōka, tanda akarin dan teman-temannya harus meninggalkan ruangan itu.

Sayane    : ku kira aku belum sempat memberitahu mu.

Otabe tertarik dengan kalimat Sayanee. Wajahnya menoleh kepada Sayanee.

Otabe   : apa maksudmu?

Angin berhembus pelan di malam salju, saat semua orang seharusnya berada didalam rumah, hanya Sayanee yang masih berada di sekolahnya. Sayanee menunggu seseorang datang padanya untuk mengambil alih tahta pimpan sekolah rival Buyōka. Ibunya menelpon agar dirinya segera pulang untuk merayakan natal bersama.

Ibu         : kau tidak pulang lagi? apa tidak merindukan aku?
Sayanee : aku akan segera pulang bu. Tapi aku harus menunggu seseorang
Ibu         : kau masih menunggu seseorang untuk menggantikanmu?
Sayanee : (tersenyum) selamat natal

Seseorang melemparkan batu ke jendela ruangan suci sekolah rival, Sayanee langsung melihatnya. Ada seseorang dibawah yang terluka. Sayanee langsung melihat orang itu..

Akarin   : Senpai, tolong aku..
Sayanee : apa yang terjadi?
Akarin   : Sekolah Maji..
Sayanee : kau kelas 2 ?
Akarin   : (mengangkat telunjuk) ….

Sayanee mulai frustasi, dimalam natal yang dingin disaat semuanya berada dirumah, dia menunggu seseorang tanpa kejelasan, melihat adik kelasnya babak belur, Ia berjanji untuk tidak lulus sebelum melawan murid Maji

Otabe   : Akarin ? ku dengar dia pandai menari
Sayane : kau belum mengerti Otabe.
Otabe   : pembeli yang hebat tau cara memilih barang yang bagus, tapi pembil yang baik tau cara menawar dan mendapatkan barang yang bagus.
Sayane : (tersenyum simpul) Maksud mu Rion dan Suu-chan?
Otabe   : …. (meninggalkan ruangan) kau pimpinan mereka, bukan?

Sementara, Murid maji sedang membahas tentang Sakura

Churi     : akhirnya kita tidak jadi terluka lagi.
Mako    : kau bahkan tidak pernah ikut bertarung.
Aya        : saat berakhirnya pertarungan…
Mina-R : sakura mengulang kalimat terakhirnya.
Churi     : diaa.. seperti.. ingin posisi puncak.
Mio        : tidak.
Aya        : kita belum mendapat kepastiannya.

Sementara di koridor sekolah, Paru berpapasan dengan Takamina sensei.
Taka-M : Paru-chan, sedang apa kau? Ayo masuk ke ruangan ku.

Paru hanya mengikuti perintah Takamina sensei

Taka-M : (mengeluarkan apel dari kulkas), sebenarnya banyak yang belum kau mengerti Paru.
Paru       : maksud mu?
Taka-M : (memberikan apel) ini.. bawalah. Kembali ke kelasmu..

Saat keluar dari ruangan Taka-M, Paru berpapasan dengan Sakura. Sakura melihat apel yang dipegang oleh Paru, mengkilat.

***TBC***

1 komentar:

  1. KYAAAAAAAAAAAAA SUGEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!! *pingsan*

    BalasHapus