Selamat datang di Blog yang oren ini, oshi saya akan bermain di Maji 4 ep selanjutnya. silahkan download di tempat lain karena saya hanya mempost FF tentang oshi saya wkwkwk.. maaf saya meneruskan kisah Maji selanjutnya. Maafkan sayaa. :) ini hanya imagine sayaa. maafkan saya jika saya melakukan kesalahan.
PERJANJIAN KITA
Ruang Rappappa terasa sepi setelah Center dan Nezumi
meninggalkan sekolah. Annin dengan latihan telepatinya, dia yang menggunakan
sweater jaring-jaring dan paling tenang. Sementara Naanya asyik sibuk dengan
hiasan diwajahnya jaketnya pas dibadannya warnanya pink muda cerah, dan Ri-chan
yang sedang bermalas-malasan warna jaketnya adalah hijau dengan garis putih.
Ri-chan : huuumm.
Kemana milky. Aku belum melihatnya.
Naanya : dia jarang
terdeteksi akhir-akhir ini.
Ri-chan : bakal terjadi
apa ya setelah ini.
Naanya : hhahh.. kita
bahkan berada diposisi puncak.
Annin : jangan
menyalakan api, jika tidak ingin terbakar. Kita hanya mengawasi dari sini.
Naanya : berapa lama
lagi sampai waktunya tiba...
Sementara di kelas 2-C Team Pronto sedang bersama tungkunya.
Memasak makanan mereka.
Churi : koridor terasa
sepi sejak Sennta-san dan Nezumi-san meninggalkan sekolah…
Mako : Tidak ada
Rappapa yang melewati koridor di pagi hari seperti ini.
Aya : sekarang
Big Four tidak akan keluar.
Mina-R : hei mengapa
mencampurkan pasta lain. Rasanya akan menyeramkan
Churi : ahh.. aku
tidak suka yang ini. Jangan mencampur pasta dengan pasta.
Mio : maaf
(tersenyum manis)
Paru masuk ruang kelas. Hari kemarin telah usai. Paru
melakukan hal yang berbeda, ia membaca buku.
Mina-R : apa yang kau
baca, Paru?
Paru menoleh kearah team pronto. Melihat luka yang ia
perbuat, semuanya. Tapi seingatnya perkelahian mereka hanya berempat. Satu lagi
Churi, dia tidak ada ditempat. Paru keluar dari kelasnya membawa bukunya. Ia
duduk di anak tangga dekat ruang guru. Pintu terbuka
Paru : sumimasen,
sensei (merundukkan kepalanya)
Taka-M : Emm jadi kau
Paru?
Paru : iya.
Taka-M : Sennta-chan
datang kepadaku, dan menceritakan tentangmu.
Takamina langsung meninggalkan Paru sendiri. Tibalah Meru
gadis kecil datang menghampirinya.
Meru : haaahh. Apa
yang kau lakukan, senpai ?
Paru melihat gadis itu tersenyum padanya, senyuman imut
miliknya
Paru : siapa kau?
Meru : aku..
juniormu. Kemarin kau mengalahkan team pronto. Bukan? Churi, dia di kalahkan
oleh sekolah rival. Dia di keroyok. Mereka menunggumu di tepi sungai dekat
sekolahnya.
Paru tak henti menatap gadis itu, ia tidak mengerti dengan kondisi yang terjadi. Tapi,langkahnya menuju ke sekolah rival.
Sementara Milky sudah berada di tepi sungai dekat sekolah
rival Buyōka, tidak ada murid Buyōka disana, ia hanya sendiri menunggu muridnya
keluar. Tak disangka Otabe datang menemuinya.
Otabe : Big Four
Rappappa yang baru, apa kabar ?
Milky : untuk apa
kau datang kemari, pengkhianat?
Otabe : jangan
menuduh seperti itu.
Milky : katakan
siapa yang berani dengan sekolah Maji
Otabe : aku dengar
Sennta dan Nezumi meninggalkan sekolah atas perintah Maeda dan murid baru
rekomendasinya datang.
Milky melayangkan pukulannya pada Otabe, namun otabe dapat
menepis pukulan tangan Milky dengan kakinya. (lihat drama maji 2 ep 1, adegan
Jurina dan Yui “kalau susah ngebayangin”)
Otabe : BUKAN SEPERTI
ITU. Kau harus serius.
Milky : kau bukan
murid Maji lagi.
Otabe meninggalkan Milky dengan wajah datarnya, namun
matanya menyimpan sejuta rahasia. Setelah Otabe tak terlihat dari mata memandang,
Muncullah murid sekolah rival yang melewati tepi sungai mereka adalah orang
yang sama saat memukuli Churi. Suasana langsung tegang
Nana : ei.. murid
Maji lagi.
Ryoha : aku menyukai
murid Maji
Milky : Buyōka
sekolah rival.
Akarin : dia
berbicara. Hahahaha
Milky : siapa
kalian ? berani melawan salah satu murid Maji.
Ami : apakah
kamu pelindung sekolah Maji ? Murid Rekomendasi? AHAHAHA (nadanya menyindir)
Milky : bukan.
Bukan aku.
Haruppi :
siapa kau ? Hahaha
Milky terdiam memandang mereka, mereka memulai keributan,
namun mereka terkalahkan oleh Milky. Pergulatan berakhir dengan cepat, Paru pun
datang terlambat, dia melihat anggota sekolah rival telah babak belur di habisi
oleh Milky. Milky berjalan meninggalkan korbannya berjalan menuju Paru
Milky : kau tahu,
ini sangat menyenangkan.
Paru memandang Milky yang telah berlalu dari kejauhan. Tidak
berkata apapun, tapi Paru melihat murid Maji kelas satu itu. Meru tetap di
tempat selama Paru memandangnya. Paru berkedip dan bocah itu menghilang.
Di sekolah rival, Kelima murid itu mengadukan dirinya pada
pimpinan tertinggi yaitu Sayanee dan Otabe. Muka mereka telah babak belur.
Akarin : Senpai. Apa
yang akan kau lakukan?
Aya : kau telah
banyak menghajar yankee sekolah lain.
Otabe : untuk melawan
sekolah Maji, tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Sayanee : semakin tinggi
gunungnya semakin sulit untuk di daki. Kita harus punya banyak persiapan untuk
mendakinya.
Haruppi :
kau kan pimpinan murid yankee di sekolah ini.
Sayanee : kita harus
punya banyak pasukan. Apa yang kau ketahui dari murid Maji, Otabe ?
Otabe meninggalkan ruangan suci sekolah Buyōka, menaiki anak
tangga dan melihat pemandangan dari puncak sekolah Rival Maji. Ia mengingat
kejadian itu.
Saat hari kelulusan
sekolah maji tiba, Otabe berjalan sendiri menuju sekolah. Ia gembira akan
menjadi salah satu alumni dari sekolah Maji. Namun pasukan dari sekolah rival
menghadangnya orang yang sama dengan keadaan sekarang di sekolah rival, kala
itu hanya ada empat murid kelas satu, semuanya mudah dikalahkan. Namun sayanee,
murid kelas tiga yang tidak ingin lulus dari sekolah Buyōka memandangnya penuh
sinis.
Otabe : Jangan halangi jalanku.
Sayanee : tahun ini aku akan lulus dari sekolahku, tapi
aku belum sempat bertarung dengan murid sekolah Maji.
Otabe : apa yang kau inginkan ?
Sayanee : Aku tidak ingin lulus sampai aku dapat
mengalahkan pimpinan Rappappa. Aku ingin merasakannya.
Otabe : jangan bercanda. Pimpinan Rappappa adalah
orang yang terkuat di wilayah sekolah Yankee manapun.
Sayanee : Hah. (menyombongkan diri) jika aku menang, kau harus bergabung dengan
kami. Melawan Rappappa.
Otabe : maaf aku harus pergi.
Sayanee yang tidak
terima dengan pernyataan Otabe, mulai memberikan tendangan keras kearah perut
Otabe. Otabe jatuh tersungkur, Ia bangun setengan tertatih
Otabe : Jangan ganggu sekolah Maji !!
Mereka akhirnya benar
bertarung, kejadian ini sangat fatal. Otabe kalah dari Sayanee.
Sayanee : kau harus menepati janjimu.
Mereka murid kelas
satu tertawa riang. Sedangkan Sayanee memandangnya tajam.
Sayanee : sekarang kau murid Buyōka. (mengulurkan tangan)
Sejak kejadian itu,
Otabe tidak datang untuk menghadiri acara kelulusan, dia belum menerima
sertifikat kelulusannya, jadi dia belum lulus dari sekolah Maji, dan meneruskan
sekolahnya di sekolah Buyōka. Sayanee sangat baik padanya. Dia menghormati
Otabe.
Paru duduk di bangku taman, melihat anak-anak kecil bermain
disana. Dari kejauhan Center dan Nezumi sedang memandanginya.
Nezumi :
dia belum pulang sekolah.
Center : dia terlihat
seperti pertama kali aku menemuinya.
Nezumi :
ikan kecil yang masuk kolam besar, mana bisa bertahan lama.
Center : asalkan kau
memberinya makan dia akan tumbuh besar..
Nezumi :
banyak ikan besar yang dapat memakannya
Center : Ikan yang
besar adalah ikan yang siap dipanen, setelah itu masuk ke pasaran, dan di
konsumsi oleh oranglain.
Nezumi :
Dia datang ke sekolah karena mu, Sennta.
Center : tidak, dia
datang karena dia yang menginginkannya.
Center berjalan menuju Paru, namun Nezumi tidak
mengikutinya. Dia memandang tingkah laku Center terhadap Paru.
Saat Paru memejamkan mata, Center telah berdiri tepat di
hadapannya.
Paru : Sennta-san
?
Center : apa yang kau
lakukan disini. Banyak yang harus kau selesaikan, Paru.
Sementara Nezumi memandang dari kejauhan tanpa mengetahui
apa yang mereka bicarakan. Meru datang menghampirinya.
Meru : Nezumi-san!
Hihihi (tersenyum manis)
Nezumi :
Dare ka ?
Meru : Meru desu,
aku juga murid Maji, kelas satu. (menunjukkan KTP sekolah). Imut seperti
biasanya, tapi kau sekarang lebih cantik dan dewasa.
Nezumi :
mau apa kau ?
Meru : Milky telah
mengalahkan sekolah rival, untuk melindungi kelas 2, bukankah itu tugas Paru
Nezumi :
lalu?
Meru : okkoiteru ?
nante ne.. hihihi. Apa kau melupakan dirimu yang dahulu ?
Nezumi berpikir sejenak, (dia mengingat masa dimana
penghianatan yang dia berikan pada Center, dimana dia menginginkan menjadi yang
teratas sendiri. SANGAT KELAM)
Center memanggil Nezumi dari kejauhan, langkahnya
meninggalkan Paru. Center bahkan tersenyum padanya.
Center : Ada apa,
Nezumi ?
Nezumi :
ee’ tidak, Sennta. Gomenasai.
Center : hee’ untuk
apa?
Nezumi :
untuk hal yang dahulu.
Center : Forget it,
kau telah berubah Nezumi. Ayo kita pulang.
Nezumi :
Sennta.. Milky melawan sekolah rival untuk melindungi kelas 2..
Mereka berjalan bersama. Sementara di sekolah, Meru
melaporkan pada pimpinan Rappappa bahwa Center dan Nezumi telah bertemu dengan
Paru.
Naanya : Sennta.. apa
yang dia pikirkan?
Milky : kita harus
melakukan sesuatu.. (matanya menyipit/ hasrat ingin bertarung pada paru kembali
datang)
Ri-chan : bukankah kau
telah mengalahkan murid Buyōka? Apakah tidak cukup?
Milky : diam kau!!
Annin : Jangan
mengambil tindakan sebelum Sennta datang.
DUBRAAAKK. Pintu terbuka mengeluarkan suara dahsyat. Center
dan Nezumi kembali dari tugasnya.
Ri-chan : Sennta,
apakah tugasmu telah selesai?
Center : Rappappa
adalah kalian semua.
Milky : tentu saja
kita semua Rapppappa, lalu, apa maksudmu?
Center mendekat pada Milky menarik kerah bajunya ke atas
membuatnya tegang.
Center : belum
waktunya untuk melakukan agresi.
Center masuk lebih jauh lagi dari ruangan Rappappa, anak
tangga yang berada di sudut ruangan itu adalah jalan untuk melihat segalanya
dari atas. Kini tinggalah Nezumi dan Center
Nezumi :
kau tak perlu melakukan itu pada mereka
Center : berapa lama
lagi tugas kita selesai ?
Nezumi :
kau harus tau Sennta......
Center : belum saatnya.
Saat berjalan pulang, Paru bertemu dengan dua gadis cilik
yang menggunakan topi bundar, mereka tidak kembar tapi sangat mirip, mereka
sangat lucu.
Nako : Paru-san!!
Miku : semua orang
membicarakan mu.
Paru : apa
maksudmu?
Nako : kau murid
pindahan itu bukan?
Miku : Sennta-san
yang membuatmu pindah ke sekolah Maji
Nako : apakah kau senang ?
Paru : tidak,
bukan dia. Karena pemandangan dari Puncak, akan lebih cantik.
Nako : kami ingin
melawanmu, senpai. ihihihi
Miku : yang
terkuat di angkatan kami adalah “KoKu Bersaudara”
Nako : kami kelas
saaatuuu senpaaiii.. ahahahaha
Mereka tertawa girang, namun Paru pergi meninggalkan mereka
tanpa adanya serangan. Seketika mereka yang tidak puas dengan sikap Paru
menghajar Paru dari belakang. Menyerang dengan teriakan anak kecil yang membuat
Paru berbalik badan setelah mendapatkan pukulan dari mereka.
Paru : kenapa
kalian melakukannya. Kalian belum mengerti!!
Miko : buktikan
pada kami siapa yang terkuat hahahaha..
Nako : kau murid
rekomendasi Sennta-san, bukan?
Paru : aku tidak
di rekomendasi. Aku serius.
Terjadilah pergulatan antarkedua belah pihak, Paru
melepaskan gelangnya menjadikan itu sebagai kuncir rambutnya. Pergulatan mereka
diawali dengan kekalahan Nako, segera Miko amat kesal. Miku memukul Paru. Paru
pun memberi pukulan kencangnya.
Tapi, Paru mengingat kejadian itu. Pesan Center, Perjanjian
mereka. Nako dan Miku adalah adik kelasnya, lebih muda dari angkatannya, tidak dapat ia meneruskan pukulan seperti ini. Tapi ia datang bukan karena Center.
Nako : tidaaakk.. Senpai.
Ku mohon jangan !! (napasnya naik-turun tidak beraturan)
Paru melihat Nako meratap memohon, pukulanpun di hentikan.
Paru melepaskan Miku, berdiri dan meninggalkan mereka. Nako dan Miko berbaring
memandang langit.
Miku : apkah pemandangan dari atas sangat indah.. (tersengal-sengal)
Nako : aku tidak bisa melihat jika sinarnya sangat terang.. ternyata langit sangat indah
Miku : tidak ada debu atau pasir seperti kita disaat seperti ini...
Nako : kita bukan
tandingannya (masih dengan napas yang tersengal-sengal)
***TBC***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar